Showing posts with label jokowi. Show all posts
Showing posts with label jokowi. Show all posts

25 April 2016

Unknown

Presiden Jokowi Bangga Prestasi Musa


Presiden Jokowi menyatakan rasa bangganya terhadap prestasi hafidz cilik Musa La Ode Abu Hanafi di ajang Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir.

Presiden Jokowi dalam akun twitter resminya mentwitkan pernyataan kebanggaan tersebut.

"Kita bangga dengan prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir - Jkw," tulis Presiden.

Dalam postingannya itu, Presiden Jokowi menyertakan foto Musa La Ode Abu Hanafi yang sedang berpose dengan para peserta Musabaqah Hifzil Quran Internasional dari negara-negara lain.
Musa La Ode Abu Hanafi telah hapal ayat-ayat suci Al-Quran dalam usianya yang baru menginjak tujuh tahun.

Ia mengharumkan nama Indonesia di Sharm El Sheikh, Mesir, dengan menyabet juara 3 lomba hafiz anak tingkat dunia sekaligus menjadi peserta termuda dalam ajang tersebut.

Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) International di Sharm El-Sheikh, Mesir, diselenggarakan pada 10-14 April 2016.

Jumlah peserta MHQ Internasional Sharm El-Sheikh untuk semua cabang sebanyak 80 orang yang terdiri dari 60 negara di antaranya Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Aljazair, Mauritania, Yaman, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina, dan Indonesia.

sumber : beritateratas.com
Read More
Unknown

Ketika Jokowi Santai Ke Belanda dan SBY Takut Ke Belanda


Presiden Joko Widodo adalah presiden pertama yang mengunjungi Belanda setelah kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid tahun 2000 atau 16 tahun lalu. Kunjungan resmi presiden ini fokus kepada kerja sama government to government (G to G).

Presiden Jokowi melakukan pembicaraan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte hari Jumat (22/4), kemudian dilanjutkan pertemuan bilateral antara delegasi Republik Indonesia dan delegasi Kerajaan Belanda. Pertemuan digelar di Catshuis sebagai kediaman resmi PM Belanda di Den Haag.

“Saya sangat bahagia karena dapat membalas kunjungan PM Rutte pada tahun 2013, saat saya masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ini adalah kunjungan Seorang Presiden Indonesia dalam 16 tahun terakhir,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari siaran pers oleh tim komunikasi presiden, Ari Dwipayana.(Beritasatu.com)

Hal ini berbanding terbalik dengan SBY yang notabene seorang militer dengan pangkat jenderal, berbadan besar, tinggi. Woww......!! Justru bahkan membatalkan kunjungannya ke Belanda hanya gara - gara akan didemo dan diancam akan ditangkap aktivis di Belanda. Juga ada rumor akan diculik segala.

Pemberitaan penundaan kunjungan kenegaraan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ke Belanda pun menghiasi media Negeri Kincir Angin saat itu, Selasa (5/10/2010). Radio Netherlands Worldwide mengangkat judul "Bezoek Yudhoyono aan Nederland plots geschrapt".

Diberitakan di media ini, alasan Presiden SBY menunda kunjungannya karena masalah keamanan berkaitan pengadilan HAM di Denhaag yang diajukan oleh Presiden RMS John Wattilete di pengasingan. John Wattilete meminta pengadilan HAM menangkap Presiden SBY atas tuduhan pelanggaran HAM di Maluku. (Republika.co.id)

Padahal, pada saat itu, seluruh wartawan yang akan mendampingi Presiden SBY ke Belanda, sudah stand by di dalam pesawat. Bahkan, pramugari Garuda sudah membagi-bagikan handuk kecil, jus kacang hijau, dan mi instan untuk wartawan. Sayangnya, perjalanan itu terpaksa ditunda hanya sekitar satu jam sebelum pesawat Garuda lepas landas dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, pada 5 Oktober 2010 lalu. Kabarnya, Presiden SBY merasa tidak nyaman menghadapi aksi demo kelompok RMS.


“Bagi saya kalau ada kepala negara yang berkeunjung ke negara lain ada unjuk rasa itu biasa. Tetapi, yang tidak bisa saya terima adlaah ketika Presiden Republik Indoensia berkunjung ke Den Haag atas undangan Ratu Belanda dan Perdana Menteri Belanda dan pada saat itulah digelar sebuah pengadilan yang antara lain untuk memutus tuntutan ditangkapnya presiden Republik Indoensia,” kata SBY dalam konfrensi persnya soal. Tuntutan untuk menangkap Presiden SBY itu dipercayai dimotori organisasi Republik Maluku Selatan (RMS), pada oktober 2010 silam.

Padahal derita SBY karena diancam tak sebesar ancaman yang diterima Soeharto saat 1970 silam. Bahkan kedubes Taswin Natadiningrat Duta Besar Indonesia untuk Belanda di Den Haag sudah diduduki sekumpulan pemuda Ambon.Suasana mencekam tapi Soeharto nekat ke Belanda! (eidarieski)

Yah, wajar! Soeharto seorang Jenderal sama halnya dengan SBY, hanya beda nyali. hehehe.. Tapi kalau Jokowi, siapa? Militer bukan. Cuma tukang kayu dari desa. Badannya kurus dan tampang Ndeso tapi justru santai. Jangankan takut, Jokowi justru menikmati kunjungannya di Belanda dengan selfi - selfi bahkan pendemo pun beliau hampiri.

Saat itu  para eksil dan aktivis yang terlibat dalam Pengadilan Rakyat di Den Haag untuk Peristiwa 1965 (IPT 1965). Mereka mengadakan aksi bersama di depan Hotel Kurhaus, Scheveningen, Den Haag, tepat ketika Jokowi dan menteri-menterinya tengah menggelar rapat bisnis dengan pengusaha-pengusaha Belanda.


Ketika Jokowi berjalan melewati kerumunan orang, seorang aktivis bernama, Cisca nekad maju. Dan dia tak menyangka justru Jokowi malah menghampirinya.

“Saya terharu. Tidak menyangka dia mau berhenti. Saya serahkan suratnya. Dia beri tangan, saya seperti mendengar dia bilang, sudah tahu,” ujarnya. (rapplerindonesia)

Masyarakat Indonesia yang bermukim di Kerajaan Belanda malah merayakan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Den Haag dengan ber-selfie, bernyanyi, dan bergembira.
 
Kegembiraan itu makin meluap tatkala Presiden Jokowi merespons antusiasme masyarakat Indonesia itu dengan cara turun dari mobil dan menyambangi mereka dengan sambil bersalaman, berfoto, dan bertegur sapa. Pesona ini amat jarang terjadi, tatkala seorang Kepala Negara di republik berpenduduk 252 juta jiwa ini berkunjung ke suatu negara sahabat.

Tim Komunikasi Presiden (TKP) Ari Dwipayana, melalui keterangan tertulis yang diterimaInvestor Daily, pada Jumat (22/4) menyebutkan, masyarakat Indonesia sangat antusias menyambut kedatangan Presiden Jokowi, yang tiba di Belanda pada Kamis (21/4) tengah malam WIB.


Antusiasme itu beralasan sebab masyarakat Indonesia, baik yang masih mengantongi paspor RI maupun yang telah berkewarganegaraan Kerajaan Belanda, setia menunggu kedatangan Presiden Jokowi. Mereka berjejer di depan Grand Hotel Amrath Kurhaus, Den Haag, tempat Sang Pemimpin menginap.

Presiden Jokowi bukan tanpa alasan berada di Negeri Tulip itu. Dia berada di Belanda dengan membawa sejumlah agenda ekonomi. Ada menteri Kabinet Kerja yang menyertai Presiden Jokowi, di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.

Presiden Jokowi juga membawa delegasi bisnis, yang dipimpin Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Selain Rosan, dalam rombongan pengusaha terdapat Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi Terbarukan Halim Kalla, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Telematika, Penyiaran, dan Ristek Ilham Habibie.

Apalagi Belanda, dalam agenda perjalanan Presiden Jokowi adalah negara terakhir dari empat negara yang dikunjungi di Benua Biru, Eropa, pada 18-22 April 2016. Sebelumnya, Presiden Jokowi melawat ke Jerman, Inggris, dan Belgia.

Presiden Jokowi rajin berkunjung ke luar negeri dan menyapa rakyatnya di negeri-negeri yang didatanginya.

Adalah beralasan apabila Presiden Jokowi begitu akrab menyapa masyarakat Indonesia di Belanda, yang sangat merindukan perjumpaan dengannya. Asa itu terpenuhi setelah 16 tahun berlalu.

Sebenarnya, kunjungan Kepala Negara Republik Indonesia ke Belanda punya cerita sendiri. Di dalam lembaran persahabatan RI-Belanda, kedatangan Presiden Jokowi adalah pemimpin pertama yang mengunjungi negeri itu, sejak 16 tahun terakhir.

Memang Berbeda dengan apa yang dilakukan SBY, pada Oktober 2010 lalu. Kunjungan Presiden Jokowi berjalan aman dan penuh persahabatan. Sama sekali, tidak ada insiden. Yang ada, justru kunjungan itu menjadi ajang lepas kangen antara pemimpin dan rakyatnya.

Ari mengungkapkan, tak henti-hentinya lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di sekitar hotel tempat Presiden Jokowi menginap.

“Mereka terdengar menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Bapak Presiden Jokowi,” tutur Ari. Lagu kebangsaanIndonesia Raya dinyanyikan berulang kali.

Saat Presiden Jokowi beserta rombongan tiba di hotel, masyarakat Indonesia pun secara spontan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Mereka senang menyambut kedatangan Presiden Jokowi, yang dinilai ramah dan bersahabat. Terlebih lagi, saat Presiden Jokowi keluar dari kendaraan, dan langsung berkumandang teriakan “Jokowi, Jokowi, Jokowi.”

Presiden Jokowi menjawab antusiasme itu dengan menghampiri kerumunan massa yang telah menantikan kedatangannya sejak siang.

Mereka pun berebut bersalaman dan berusaha mengambil gambar bersama Presiden Jokowi dari dekat.

“Presiden berjalan menyusuri kerumunan masyarakat sambil menyalami mereka satu per satu. Tidak sedikit yang meminta berfoto selfie dengan Presiden,” katanya.

Usai bersalaman dengan Presiden, mereka pun mengecek hasil fotonya bersama Presiden Jokowi. “Mereka tertawa bahagia saat melihat hasil foto selfie dan kembali mengeluk-elukkan nama Presiden Jokowi saat melangkah memasuki hotel,” kata Ari.

sumber : beritasatu.com
Read More

20 April 2016

Unknown

Mantan Ketua MK Siap Gantikan Jaksa Agung

Beredar informasi jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan perombakan kabinet atau reshuffle. Nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva juga digadang-gadang akan menggantikan posisi HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung.

Saat dikonfirmasi, Hamdan Zoelva mengaku siap apabila diberikan jabatan menjadi Jaksa Agung tersebut.

‎"Kalau saya, urusan jabatan kalau diberikan amanah ya saya jalankan," ujar Zoelva usai menghadiri acara seminar nasional Kompolnas, di Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2016).

(Baca juga: Sepak Terjang Jaksa Agung Lukai Hati Rakyat)

Mantan politikus dari Partai Bulan Bintang (PPB) tersebut juga mengaku akan mejalankan tugasnya dengan baik kalau memang dipercaya oeh Presiden Jokowi menjadi Jaksa Agung. Namun, sampai saat ini dirinya belum mengetahui apakah rumor tersebut benar adanya.

"Tapi kalau misalnya dikasih jabatan lagi ya harus dijalankan dengan baik, tapi belum tau kan," tukasnya.

sumber : okezone.com
Read More
Unknown

PM Inggris Takjub Dengan Islam di Indonesia


Presiden Joko Widodo hari Selasa (19/4/2016) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kerajaan Inggris, David Cameron di Kantor Perdana Menteri di Kawasan Downing Street 10, Kota London.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas berbagai hal antara lain counter terorisme dan counter extremism.

PM Cameron menyampaikan Indonesia memiliki banyak hal yang dapat dibagi untuk menjawab berbagai tantangan.

Indonesia dinilai memiliki aset luar biasa yaitu sebagai negara muslim terbesar dan sekaligus negara demokrasi.

Indonesia di mata PM Cameron memiliki peranan penting dalam mengatasi ekstremisme dan terorisme global.

"Saya sangat terkesan dengan pendekatan Indonesia mengatasi ekstremisme dan terorisme tetapi juga meneguhkan Islam sebagai agama yang damai," ucap PM Cameron berdasarkan keterangan Tim Komunikasi Presiden.

Islam yang diajarkan di Indonesia dapat dijadikan model di dunia dan Indonesia harus memainkan perannya untuk menyebarkan Islam yang damai.

Inggris juga mengapresasi peran Indonesia dalam Bali Democracy Forum dan menyampaikan keinginan kerjasama dalam konteks forum tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan pada PM Cameron bahwa Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di Dunia.

"Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai peran untuk menunjukan kepada dunia bahwa islam, demokratis, dan toleransi dapat berjalan beriringan. Indonesia akan senang membagi pengalaman itu," kata Presiden.

sumber : tribunnews.com
Read More
Unknown

Pabrik Mebel Milik Jokowi Terbakar

Dua bangunan gedung pabrik mebel milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Solo-Purwodadi KM 15 Kalijambe Kabupaten Sragen Jateng, Selasa, terbakar.

Puluhan mobil pemadam kebakaran dari berbagai daerah hingga pukul 20.00 WIB masih berupaya melakukan pemadaman api yang membakar dua bangunan pabrik mebel milik Jokowi itu.

Menurut Arief Budi Santoso salah satu adik ipar Jokowi, peristiwa kebakaran pabrik mebel di Jalan Solo-Purwodadi KM 15 Kalijambe Sragen, terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut Arief api dengan cepat menjalar ke dua gedung, dan salah satunya untuk ruang pengeringan kayu.

Menurut dia, puluhan mobil pemadam dari berbagai daerah telah berupaya melakukan pemadaman api di dua bangunan itu hingga Selasa malam ini.

"Bahan baku kayu mudah terbakar sehingga api dengan cepat dan sulit dipadamkan," katanya saat di lokasi kejadian.

sumber : suara.com
Read More

19 April 2016

Unknown

Kapal Indonesia Yang Melintas di Filipina dikawal TNI Instruksi Jokowi

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar kapal-kapal Indonesia yang menuju Filipina dikawal kapal milik TNI. Langkah ini untuk mencegah penyanderaan yang dilakukan kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina.

"Presiden sudah instruksikan itu untuk pergi pulang ada pengawalan itu. Presiden sudah instruksikan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/4).

Meski dibayangi ancaman kelompok Abu Sayyaf, pemerintah tak akan menutup jalur pelayaran Indonesia menuju Filipina. Sebab, jalur tersebut daerah perairan internasional.

"Pemerintah indonesia tidak punya hak untuk menutup. Bahwa kapal-kapal Indonesia diperingatkan untuk hati-hati atau menghindari jalur itu, ya tentu bisa dipertimbangkan tapi tidak mungkin indonesia menutup," kata dia.

Disinggung soal upaya menyelamatkan WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf, Wapres JK menuturkan, hingga saat ini angkatan bersenjata Filipina belum meminta bantuan TNI untuk menyerbu penyandera. Pemerintah belum mengetahui kondisi kesehatan WNI yang masih disandera. "Enggak tahu, belum dapat. Waduh belum tahu (kondisi WNI) saya," ucapnya.

sumber : merdeka.com
Read More

18 April 2016

Unknown

Presiden Jokowi Dijadwalkan Bertemu Presiden Dan Kanselir Jerman

antara.co.id

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan bertemu dengan Presiden Jerman Joachim Gauck dan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin, Senin.

Presiden Jokowi dijadwalkan bertemu Presiden Jerman Joachim Gauck di Kantor Presiden Jerman pukul 11.15 waktu setempat dan bertemu Kanselir Jerman sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Pagi harinya, sekitar pukul 08.20 waktu setempat Presiden Jokowi dijadwalkan melakukan pertemuan bisnis di Hotel Adlon Kempinsky Berlin.

Presiden juga dijadwalkan mengunjungi pusat pendidikan kejuruan Siemens Stadt sekitar pukul 12.00 waktu setempat dan bertemu dengan Diaspora Indonesia pada sore hari.

"Hari yang sangat padat karena dalam satu hari kita akan melalukan tujuh program yang terdiri dari tiga program terkait dengan kegiatan bisnis, dua kali one on one, dan satu kali pertemuan bisnis forum," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Minggu malam waktu Berlin atau Senin pagi WIB.

Ia mengatakan Presiden Jokowi mengunjungi Jerman untuk memenuhi undangan Kanselir Jerman saat keduanya bertemu tahun 2015 di di sela pertemuan G20.

Dia menjelaskan pula bahwa Jerman merupakan salah satu mitra dagang dan investasi utama Indonesia di kawasan Eropa.

"Kalau lihat dari segi perdagangan, maka perdagangan RI-Jerman itu menduduki nomor 1 se-Eropa sementara kalau untuk investasi adalah mitra ke-7," katanya.

Presiden Jokowi dan rombongan dijadwalkan meninggalkan Jerman menuju ke Kerajaan Inggris sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

sumber : antara.co.id
Read More

17 April 2016

Unknown

Tidak Benar Jokowi Lindungi Ahok dalam Kasus Sumber Waras Tegas Luhut

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan membantah pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Fadli Zon menyebutkan, ada rumor Presiden Joko Widodo melindungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus Rumah Sakit Sumber Waras.

"Saya kira enggak ada begitu. Enggak ada," ujar Luhut di Kompleks Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (17/4/2016) pagi.

Luhut meminta semua pihak tetap berpegang teguh pada keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga penegak hukum yang berwenang menyelidiki perkara tersebut.

Luhut juga meminta publik tak terlalu heboh dalam menanggapi pernyataan Fadli tersebut.

"Biarkan hukum yang bicara. Kita enggak usah terlalu heboh-lah," ujar Luhut.

Soal pertemuan Jokowi dan Ahok di Istana, beberapa waktu lalu, Luhut mengaku tidak bisa memberikan komentar.

Sebab, saat Jokowi dan Ahok bertemu, Luhut sedang melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat dan baru pulang pada Sabtu (16/4/2016) kemarin.

Pernyataan Fadli Zon tentang adanya rumor Presiden Jokowi melindungi Ahok dalam perkara pembelian lahan milik RS Sumber Waras diucapkan kemarin.

sumber : kompas.com
Read More

15 April 2016

Unknown

Presiden Jokowi Tidak Masalah Reklamasi

Reklamasi di pantai utara Jakarta menjadi polemik setelah aroma suap dari pengembang menyeruak dan menjerat bekas Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Sanusi. Muncul desakan dari DPR RI agar pemerintah menghentikan proyek tersebut. Di DPRD DKI Jakarta sendiri, sekarang para anggota dewan tidak mau melanjutkan pembahasan aturan reklamasi.

Tetapi Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap optimistis proyek reklamasi untuk 17 pulau itu akan terus berlanjut. Dia menilai Presiden Joko Widodo tidak mempermasalahkan reklamasi.

"Saya kira secara prinsip Presiden pernah jadi gubernur, bagi Presiden reklamasi nggak ada yang salah. Seluruh dunia ada reklamasi," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Walaupun tak melarang proyek reklamasi, Ahok mengaku telah diminta Presiden Jokowi untuk memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan, terutama dokumen analisis mengenai dampak lingkungan.

"Yang penting jangan merusak lingkungan kata presiden, kedua jangan sebabkan banjir sesuai lah, terus porsi biaya tambahan harus ada. Presiden saat jadi gubernur bilang saya dari masih wagub udah ribut sama pengembang. Pengembang saat itu tawarkan sejuta per meter, ya nggak bisa dong. Kita harus bicara berapa persen dari NJOP," kata Ahok.

Ahok juga diminta Jokowi untuk memikirkan dari sisi sosial juga, misalnya menyediakan hunian di pulau-pulau tersebut untuk tempat tinggal mereka yang bekerja di sana.

"Presiden sederhana saja, jangan kejadian bikin pulau nanti orang yang kerja di situ datang dari Tangerang, Bekasi, Depok nggak ada rumah. Di sini ada fasum 45 persen, ada tanah komersil lima persen, masa harus pakai APBD bangun fasum fasos di pulau, ya keenakan dong pengembang," kata Ahok.

Ahok memandang reklamasi tersebut sebenarnya menguntungkan pemerintah, terutama dari sisi pendapatan asli daerah.

"Fasum fasos 45 persen punya DKI, 5 persen gross pulau punya DKI, terus setiap tanah yang kamu jual kami minta uang, berapa jumlahnya kami suruh orang hitung," katanya.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Sanusi pada Kamis (31/3/3016) malam. Ketika itu, dia masih menjabat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra. Dia diduga menerima suap senilai Rp2 miliar dari Personal Assistant PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Trinanda Prihantoro. Uang tersebut diduga titipan dari Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Sehari setelah itu, Jumat (1/4/2016), Ariesman Widjaja menyerahkan diri ke KPK.

Ketiga orang ini telah ditetapkan menjadi tersangka dan KPK terus mendalaminya.

Kasus dugaan penyuapan ini disinyalir untuk mempengaruhi proses pembahasan raperda tentang reklamasi. Ada tiga kewenangan pengembang yang diatur dalam rancangan. Yakni, keharusan menyerahkan fasilitas umum dan sosial, seperti jalan dan ruang terbuka hijau, kontribusi lima persen lahan, serta kontribusi tambahan sebesar 15 persen untuk menanggulangi dampak reklamasi.

Pengembang diduga keberatan dengan kontribusi tambahan 15 persen yang diatur di Pasal 110 Raperda Tata Ruang. Mereka pun melobi DPRD agar nilainya turun jadi lima persen.

sumber : suara.com
Read More

14 April 2016

Unknown

Nama Ketua BPK Masuk Panama Papers


Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis mengaku sempat membincangkan masalah Panama Papers saat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Kamis (14/4) siang. Harry merupakan salah satu pejabat yang namanya tercantum dalam Panama Papers.

"Saya sudah lapor ke Presiden tadi. Saya juga nyatakan bahwa itu sudah saya laporkan ke Ditjen Pajak," kata Harry di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/4) siang.

Harry menyebut Jokowi tidak mempermasalahkan hal tersebut, sepanjang tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan. "Kata Presiden, kalau tidak ada kerugian negara ya tidak apa-apa pak Harry," kata Harry menirukan ucapan Jokowi.

sumber : republika.co.id
Read More

13 April 2016

Unknown

Presiden Turut Berduka Atas Meninggalnya Petugas Pajak

Presiden Joko Widodo meminta penegak hukum mungusut tuntas dan menghukum pelaku pembunuhan terhadap dua petugas pajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sibolaga.

"Kita berduka atas terbunuhnya dua petugas pajak KPP Sibolga yang tengah jalankan tugas negara. Usut tuntas dan hukum pelakunya!" tulis Jokowi dalam akun twitternya, Selasa (12/4/2016).

Diberitakan Tribunmedan.com, dua petugas perpajakan Parado Toga Fransriano Siahaan (30) dan Sozanolo Lase (35) tewas ditikam wajib pajak bernama Agusman Lahagu Als Ama Tety (45).

Peristiwa terjadi di Jalan Yos Sudarso, Desa Hilihao, KM 5 Gunungsitoli, Selasa (12/4/2016) sore.

Keduanya tewas setelah terlibat baku hantam dengan pelaku yang merupakan pengusaha karet.

Menurut informasi yang beredar di lapangan, persoalan ini bermula saat Parado yang bertugas sebagai juru sita penagihan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sibolga, dan Sozanolo, honorer yang bertugas di KP2KP (Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan) Gunung Sitoli mendatangi tempat usaha pelaku untuk menagih tunggakan pajak.

sumber : tribunnews.com
Read More